Rabu, 22 Januari 2014

PENGERTIAN TATA SURYA dan Teori-teori Pembentukan Tata Surya

Diposkan oleh Jihan Fadhilah di 19.59

  
  



   PENGERTIAN TATA SURYA
Tata Surya adalah suatu system di jagat raya yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan planet-planet ,satelit-satelit alam (misalnya bulan), asteroid,komet,meteor,debu,kabut dan benda – benda lainnya sebagai anggotanya yang beredar mengelilingi matahari pada orbit atau garis edarnya masing-masing.


   Teori-teori Pembentukan Tata Surya
1.      Teori Keadaan Tetap (Bintang Kembar/Creatio Continua).
        Tahun 1948, teori kedaan-tetap atau teori alam semesta tak terhingga dicetuskan oleh Fred Hoyle, Thomas Gold dan Hermann Bondi sebagai alternatif dari teori ledakan besar (Big Bang theory). Teori ini tidak lebih dari perpanjangan paham materialistis abad ke 19 yang mengabaikan adanya sang Pencipta dan model semesta yang tanpa batas. Menurut model ini, ketika alam semesta mengembang, materi baru terus-menerus muncul dengan sendirinya dalam jumlah tepat sehingga alam semesta berada dalam “keadaan stabil”. Galaksi baru yang terciptakan dari materi baru ini akan membuat jagat raya tampak sama sepanjang masa. Untuk mempertahankan kerapatan jagat raya konstan, laju penciptaan materi cukup kecil yakni satu atom hidrogen per sentimeter kubik setiap 1 milyar tahun. Dengan kata lain, alam semesta menurut teori ini adalah statis/tetap, tidak permulaan atau akhir. Walaupun mereka mengakui bahwa alam semesta berekspansi, namun mereka menyatakan bahwa alam semesta akan tetap sama kelihatannya sampai kapanpun. Teori ini segera runtuh dan tidak banyak penggemarnya ketika ditemukan radiasi latar belakang kosmik.[2]

2.      Teori Planetisimal
Teori planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir menabrak matahari.



3.     Teori Pasang Surut Bintang
Teori pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jean dan Herold Jaffries pada tahun 1917. Hipotesis pasang surut bintang sangat mirip dengan hipotesis planetisimal. Namun perbedaannya terletak pada jumlah awalnya matahari.

4.     Teori Kondensasi (Protoplanet)
Teori kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

5.     Teori Nebula
Teori Nebula pertama kali dikemukakan  oleh seorang filsuf Jerman yang bernama Immanuel Kant yang hidup antara tahun 1724-1804. Menurut Kant, alam semesta berasal dari Nebula, yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi berputar sangat lambat. Perputaran yang lambat tersebut menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang emiliki berat,jenis ,tinggi yang disebut inti massa pada beberapa tempat yang berbeda. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah , sedangkan yang kecil terbentuk di sekitarnya. Akibat terjadinya proses pendinginan,inti-inti massa yang lebih kecil akan berubah menjadi planet-planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi dan disebut Matahari.

Teori Nebula lainnya yang berkembang di kemukaan oleh seorang astrnom berkebangsaan prancis bernama Pierre Simon De Laplace yang hidup antara 1749-1827. Menurut  laplace, alam semesta berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. Oleh karena perputaran yang terjadi sangat cepat, maka terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbeda-beda. Bagian-bagian yang terlepas tersebut berputar dan pada akhirnya mendingin membentuk planet-planet, sedangkan bola gas asal menjadi matahari.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Let's share the information!! ;) Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos